KUMPULKAN BERKAS, PETAHANA (H. MOHAMMAD ROKHMAT) DI KAWAL RATUSAN WARGA KELILING DESA

Kandang Desaku – Senin, 3 September 2018 bertempat di pendopo Balai Desa Kandang, H. Mohammad Rokhmat (Petahana Kades Kandang) terlihat sedang mengumpulkan Berkas Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Kandang tahun 2018.

Ratusan warga yang ikut menyaksikan pengumpulan berkas pendaftaran tersebut, seketika itu membuat suasana Pendopo Balai Desa berbeda dari hari hari biasanya, Nampak ramai dipenuhi warga yang datang.

Panitia Pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018 terlihat sedang meneliti dan memeriksa kelengkapan berkas persyaratan pencalonan yang dikumpulkan petahana Kepala Desa kandang H. Mohammad Rokhmat, selanjutnya Panitia menerima berkas dan apabila terdapat kekurangan, akan diminta untuk dilengkapi dikemudian hari, sampai batas waktu yang yang  ditentukan.

Pengumpulan berkas pendaftaran selesai, ratusan warga yang ikut menyaksikan, kemudian mengiringi dan mengawal sang petahana kembali ke rumah, namun tidak langsung menuju kerumah melainkan diarak mengelilingi Desa Kandang. sang petahana dan ratusan warga yang mengawal, bergegas meninggalkan pendopo Balai Desa Kandang. Sesekali terdengar teriakan dari para pendukung (timses) untuk kembali memilih beliau menjadi Kepala Desa Kandang.

e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG
e-VOTING PILKADES KANDANG

Rombongan petahana yang di ikuti ratusan warga ini, sontak membuat pengguna jalan berhenti dan ikut menyaksikan jalanya arak arakan. Beberapa warga dari luar Desa Kandang pun ikut menyaksikan, untuk sekedar melihat atau mungkin ikut memantau untuk kemudian dijadikan bahan penilaian mereka.

Semoga seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018 dengan system e-Voting ini, berjalan dengan Lancar, Aman dan Sukses.  Aamiin.

Admin Desa

RATUSAN WARGA IRINGI MUHTADIN (KADUS II) KUMPULKAN BERKAS PENDAFTARAN

e-voting Pilkades Desa Kandang Kecamatan Comal Kab. Pemalang, adalah system Pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2018.

Jum’at (31 Agustus 2018) Bertempat di Pendopo Balai Desa Kandang, Nampak berbeda dari biasanya, pasalnya ratusan orang berkumpul menyaksikan pengumpulan berkas pendaftaran Kepala Desa Kandang tahun 2018.

e-voting pilkades Kandang 2018
e-voting pilkades Kandang 2018

Diringi ratusan orang dari berbagai kalangan, bayane di terima oleh Panitia e-voting pilkades dalam hal pengumpulan berkas pendaftaran, Muhtadin (Kadus II) Desa Kandang, yang akrab dikenal oleh warga (BAYANE) pada hari ini telah mengumpulkan berkas pendaftaran sebagai peserta e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang th. 2018.

Selanjutnya Panitia e-voting pilkades Kandang meneliti berkas pendaftaran yang dikumpulkan, apakah berkas yang diserahkan telah lengkap sesuai persyaratan yang ditentukan. Apabila didapati kekurangan persyaratan pendaftaran akan ditunggu sampai batas waktu yang ditentukan.

e-voting pilkades Kandang 2018

Admin Desa

MAS HERI MENGAMBIL FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG

Proses / tahapan e-voting pilkades Kandang tahun 2018 sedang berlangsung, pada hari ini selasa, 28 Agustus 2018 bertempat di Pendopo Balai Desa Kandang, tercatat sudah tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran.

Setelah pada hari kamis, 24 Agustus 2018 Kadus II Desa Kandang (MUHTADIN) dan disusul Kepala Desa Petahana (H.M ROKHMAT) pada hari senin, 27 Agustus 2018 untuk mengambil formulir pendaftaran kini pemuda Kandang yang dikenal dengan sapaan HERI (mas heri) ikut mencatat namanya sebagai pengambil Formulir pendaftaran e-voting pilkades Kandang tahun 2018.

PENGAMBILAN FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG 2018

Ya, Pemuda asal Dusun II RT 18 RW 004 ini, Nampak telah mengambil formulir pendaftaran siang tadi

Dalam pelaksanaan e-voting pemilihan kepala Desa Kandang tahun 2018 ini, memang sudah diperbincangkan oleh Masyarakat bahwa yang akan maju adalah peserta lama, namun pada hari ini tercatat orang baru yang telah mengambil formulir pendaftaran.

Dalam hal mengambil formulir pendaftaran e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang ini adalah langkah awal bagi peserta untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Hal ini tentu bukan menjadi patokan seseorang telah mendaftar sebagai peserta e-voting [ilkades kandang.

Telah tercatat sebanyak tiga orang yang telah mengambil formulir pendaftaran e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang, artinya ada lebih dari satu calon peserta yang akan mempersiapkan berkas berkas pencalonanya.

Kita tunggu saat pengumpulan berkas siapa yang akan tercatat sebagai peserta e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018. Apakah dari ketiga nama tersebut, ataukah ada nama lain yang akan mengambil Formulir Pendaftaran

Admin Desa

PETAHANA KADES KANDANG (H. MOHAMMAD ROKHMAT) AMBIL FORMULIR PENDAFTARAN

e- Voting Pemilihan Kepala Desa Kandang yang akan dilangsungkan pada tanggal 14 Oktober 2018, telah masuk dalam tahapan pendaftaran Bakal Calon.

Pilkades serentak di Kabupaten pemalang tahun 2018 yang akan menggunakan system e-voting ini memang kali pertamanya diselenggaran di Desa Kandang.

PENGAMBILAN FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG 2018

Mohammad Rokhmat (Kepala Desa Kandang) yang telah menjabat hampir satu periode kepemimpinan, nampak sedang mengambil formulir pendaftaran di Pendopo balai Desa Kandang pada hari senin, 27 Agustus 2018, melalui Panitia Pemilihan Kepala Desa.

Apakah beliau akan mendaftar kembali sebagai Bakal Calon Kepala Desa periode berikutnya ??? kita tunggu saat pengumpulan berkas pencalonan Kepala Desa Kandang (e-voting)

Mari warga Kandang, sukseskan Pemilihan Kepala Desa system e-voting yang akan diselenggarakan serentak dikabupaten pemalang.

Admin Desa

SOSIALISASI & SIMULASI E-VOTING PILKADES

Senin, 20 Agustus 2018 bertempat dipendopo balai Desa Kandang Kecamatan Comal, petugas pilkades Desa Kandang tahun 2018 adakan sosialisasi dan simulasi e-voting pilkades.

Tahun 2018 ini, kabupaten pemalang akan melaksanakan pemilihan kepala desa berbasis computer atau yang dikenal dengan istilah e-voting. Bagaimana caranya ?

Berikut langkah langkah e-voting pilkades, hasil sosialisasi dan simulasi yang telah dilaksanakan dipendopo Balai Desa Kandang.

1. e-KTP dan Sidik Jari Pemilih.

Dalam sistem e-Voting, e-KTP menjadi elemen penting. Sebelum bisa masuk ke bilik pemilihan, calon pemilih harus menunjukkan e-KTP kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS). e-KTP itu lalu akan di-scan menggunakan alat yang sudah disiapkan. Selain scan e-KTP, sidik jari calon pemilih juga akan di-scan. Data di e-KTP harus sesuai dengan data sidik jari.

Pada simulasi kemarin, terdapat beberapa e-KTP yang tidak terbaca oleh system, menurut petugas ini dimungkinkan kerusakan pada chip yang ada didalam e-KTP pemilih, mungkin karena seringnya difotocopy atau hal lain yang menyebabkan e-KTP menjadi tidak bisa terbaca atau rusak. Sebagian pemilih yang mencoba simulasi tersebut juga terdapat beberapa sidik jari pemilih tidak terbaca oleh alat scan. Ini mungkin disebabkan karena tekstur sidik jari yang mengalami perubahan karena kerja kasar, atau permukaan jari berminyak dan lainya yang menyebabkan sidik jari tersebut tidak dapat terbaca dan terverifikasi sebagai pemilik e-KTP.

Lantas bagaimana dengan adanya masalah tersebut ? apakah pemilih akan ditolak untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala Desa oktober nanti ? dan bagaimana jika Pemilih belum mempunyai e-KTP ?

Begini jawabanya :

Pada dasarnya scan e-KTP dan sidik jari pemilih adalah cara otomatis untuk mendata pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pilkades nanti, secara otomatis system akan mendata pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya. Pada tahap ini data pemilih yang ada dalam DPT akan dicocokan dengan BIODATA pemilih melalui e-KTP berbasis NIK oleh sistem. Apakah benar pemilih tersebut ada dalam DPT dan sesuai data pada e-KTP. Jika benar, maka pemilih dapat menggunakan hak pilihnya. Lantas bagaimana dengan pemilih yang tidak sesuai antara data di DPT dan data pada e-KTP ? dan jika pemilih tersebut belum terdaftar dalam DPT ? Jelas pemilih tersebut tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Kok begitu ??? pada kasus ini bukan soal system tapi memang seperti itulah aturan dalam setiap pemilihan yang diselenggarakan. Intinya adalah terdaftar dalam DPT dan data pemilih yang sama dengan data yang ada dalam DPT.

Lantas bagaimana dengan pemilih yang belum memiliki e-KTP ?

Jawabanya adalah :

Selama pemilih tersebut sudah melakukan perekaman e-KTP maka pemilih tersebut dapat menggunakan HAK PILIH dengan cara menunjukan SURKET (e-KTP sementara). Kok bisa ?

Tentu bisa, petugas akan memasukan NIK pemilih secara manual, tidak melalui alat SCAN seperti yang ada dalam simulasi, ini sama intinya petugas memastikan bahwa pemilih terdaftar dalam DPT, hanya saja caranya yang berbeda. Bagaimana jika pemilih belum melakukan perekaman e-KTP ? tentu pemilih tersebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya, karena pada tahapan ini, baik yang sudah mempunyai e-KTP atau baru memiliki SURKET, pemilih diminta SCAN sidik jari untuk memastikan data Pemilih sesuai.

Kesimpulan pada tahapan verifikasi data pemilih ini adalah memastikan pemilih benar benar terdaftar dalam DPT dan sesuai dengan BIODATA (e-KTP / SURKET) yang dibawa pemilih. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan manakala terdapat pemilih yang memalsukan identitas atau menggunakan identitas milik orang lain.

2. Kartu Akses

Jika data e-KTP dan sidik jari cocok, maka calon pemilih akan dipersilakan menuju meja panitia pemilihan untuk mendapatkan kartu akses. Kartu ini gunanya untuk membuat alat pemilihan di bilik suara bekerja. Bentuk kartunya seperti kartu kredit yang ber-chip. Kartu ini harus dimasukkan ke alat yang ada di dekat bilik suara. Cara memasukkannya persis seperti kartu kredit dimasukkan ke EDC. Satu kartu bisa digunakan berulang kali. Hak pemberian kartu ada di panitia TPS. Sistem kartu ini berpotensi memunculkan pemilih ganda? Tenang, ingat poin pertama. Sistem seleksi pemilih sudah dilakukan dengan e-KTP dan sidik jari.

3. Layar Sentuh di Bilik

Setelah kartu masuk ke alatnya, maka pemilih langsung bisa memilih di bilik suara. Di dalam bilik akan tersedia layar sentuh. Layar tersebut akan menampilkan semua pilihan di pilkades, berupa gambar / foto calon kepala desa. Pemilih cukup menyentuhkan jarinya ke salah satu gambar. Setelah memilih, layar akan berubah dengan tampilan pertanyaan kepada pemilih. Apakah yakin dengan pilihanya ? jika ya, maka diminta menyentuh kata “YA”, jika tidak, maka diminta menyentuh kata “TIDAK”.

4. Kertas Barcode dan Kotak Audit

Setelah memilih, printer kecil di dekat layar sentuh akan mencetak barcode di kertas berukuran sekitar 7 x 5 cm persegi. Persis seperti struk belanja di minimarket. Tampilanya berupa barcode namun jika diperhatian dibawa barcode ada tulisan bahwa anda telah memilih calon A atau calon B, itu untuk memastikan bahwa system telah menjalankan perintah sesuai yang pemilih inginkan. Kertas tersebut lalu harus dimasukkan ke sebuah kotak bertuliskan KOTAK AUDIT. Kertas itu jadi bukti bahwa seseorang telah memilih. Kotak yang menyimpan kertas-kertas itu tak akan dibuka, kecuali ada gugatan. Jika seorang calon kepala desa keberatan dengan hasil pemilihan dan menggugat ke Pengadilan, maka kertas dalam kotak itu nantinya akan menjadi bukti di Pengadilan. Proses penghitungan bisa diulang, namun dengan cara lebih praktis, yaitu tinggal scan barcode yang ada di kertas. Penghintungan pun jadi lebih praktis.

Demikian yang dapat Admin Desa tuliskan sebagai petunjuk singkat tentang E-VOTING pilkades yang akan diselenggarakan pada 14 oktober 2018 nanti.

Referensi tulisan detik.com disesuaikan dengan hasil sosialisasi dan simulasi e-voting PILKADES Desa Kandang. Jika terdapat tulisan yang tidak sesuai dengan peraturan / ketentuan akan perbaiki dikemudian hari.

Admin Desa Kandang