DOELOE

Doeloe …..
Ke Comal ajah jauhnya pakai banget, Lihat mobil lalu lalang di jalur pantura adalah kesenangan seperti menggunakan baju baru saat lebaran, dan makan telur satu utuh tanpa harus membagi tiga (bagai nasi berkat, sego pethek bungkus daun jati)

Doeloe …..
Semangat nyetrum aki, bagai kopassus “lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas”
Untuk sekedar menonton tv cerita akhir pekan, berita dimatikan (irit strom), dan hoax tipuan layar tiga warna

Doeloe …..
Semangat main, Bentengan (kejar mengejar antar dua kelompok) , Pel-pelan (petak umpet), Kenekeran (gundu), glidikan pakai roda sandal (mobil mainan dengan roda dari sandal japit bekas), “ngobor genggong” (mencari jangkrik dimalam hari) dengan segala macam makan terong gratis dst . . .

Doeloe …..
Semangat mandi pagi, mberesin spray lusuh yg harus rapih sebelum berangkat sekolah negri (atas nama cita – cita menjadi Abri, Guru, atau PNS  ala Oemar Bakrie

Doeloe ….
iya doeloe ….
tempoe doeloe ….
Dan masih banyak cerita doeloe ….
tempoe doeloe, hingga waktu berputar cepat, Menggilas dengan resah dan mendesah.

Ada yg terkapar,  harus melepas tanah dan bahkan rumah atas nama kelangsungan hidup.

Ada yang gagah dan membeli beberapa bidang tanah, bahkan membuat candi candi licin gemerlap, atas nama demi Masa Depan dan segalanya …

Dan sekarang…
dan Anak Anaku, dan anak dari anak anaku.. akan berbeda cerita

Arak#anak rantau Kandang Desaku

“Sepenggal kisah ambisi dan basa basi”

Penulis : Akun FB Warga Desa Kandang Wahyo Yudhis
telah disunting : AdminDesa

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: