Apa Kabar Sertifikat Masal Desa Kandang ?

Kandang Desaku – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang lebih akrab dikenal masyarakat dengan istilah sertifikat massal yang pernah disosialisasikan oleh pemerintah desa kandang pada akhir tahun 2019 menuai pertanyaan warga.

Berbagai pertanyaan dari masyarakat disampaikan melalui Facebook Kandang Desaku.

Menjawab pertanyaan tersebut Muhtadin selaku Kepala Desa Kandang menuturkan Program PTSL yang telah disosialisasikan pada tanggal 3 Oktober 2019 dan sedianya dilaksanakan tahun 2020 belum bisa direalisasikan karena program tersebut diharuskan bersinergi dengan desa tetangga.

Pemerintah Desa Kandang telah mendata dan mendaftarkan tanah warga kandang untuk dibuatkan sertifikat masal, namun pelaksanaanya tertunda karena desa yang berbatasan langsung dengan desa kandang tidak mendaftar pada program PTSL.

Upaya untuk merealisasikan program PTSL terus dilakukan oleh Pemerintah Desa, semoga program tersebut dapat direalisasikan di Desa Kandang.

Admin Desa

Tutorial Menulis Berita Web Desa

Menulis sebuah berita di Website Desa ibarat kita sedang melakukan sosialisasi kepada warga. Salah sedikit pembaca bisa salah mengartikan sebuah berita tersebut.

Saat Anda menyusun berita di website desa, bayangkan Anda sedang menulis untuk warga yang kritis dan mempunyai rasa keingintahuan yang lebih. Maka pilihlah kalimat yang cocok untuk mereka. Oleh karena itu paragraf pertama menjadi sangat vital untuk membuat mereka tetap membaca.

Judul yang bagus dan menarik
Warga akan memindai halaman depan dan judul yang bagus idealnya mencerminkan isi berita. Ini penting agar mereka tidak akan kecewa ketika mengklik dan membaca berita. Bila isi berita tidak sesuai judul atau tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka bisa langsung menutup halaman berita Anda.

Usahakan dalam menulis berita di Website Desa menggunakan alenia yang pendek, ini karena sebagian besar warga membuka web desa menggunakan telepon genggam. Ini berbeda dengan media cetak.

Memanfaatkan multimedia


Dalam membuat berita di Website Desa kita dapat memanfaatkan multimedia seperti menambahkan foto atau video hal ini jauh lebih baik dibandingkan berita yang dimuat dengan unsur teks saja.

Unsur Tranparansi Pemerintah Desa
Polemik tentang transparansi, keterbukaan anggaran tidak akan ada habisnya. Setiap organsiasi, lembaga serta instansi apapun dan di manapun diharuskan memiliki kesadaran transparansi itu sendiri.

Selain menjadi berita yang menarik bagi warga masyarakat, hal ini sangat membantu Pemerintah Desa dalam hal keterbukaan informasi public sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang.

Demikian tulisan ini saya buat, sebagai pengingat dan pembelajaran kita semua dalam hal mengelola website desa.

Admin Desa Kandang

Ketika Kandang Terbuka

Kandang Desaku – Dalam rangka menjalankan Amanat Undang Undang tentang keterbukaan Informasi Publik, Pemerintah Desa Kandang terus berupaya menyampaikan segala bentuk Informasi yang dibutuhkan oleh Masyarakat

Segala bentuk Informasi publik yang disampaikan adalah Informasi Wajib berkala dan disampaikan kepada Masyarakat. Dalam hal Informasi Publik, Masyarakat juga dapat mengirimkan permohonan Informasi sesuai ketentuan yang ada ( baca di : https://kandang.desa.id/standar-layanan/ )

Setelah permohonan Informasi diajukan, Pemerintah Desa melalui Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) akan mampersiapkan Informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut akan disampaikan kepada Pemohon dalam bentuk softcopy / Hard Copy sesuai pengajuan pemohon.

Admin Desa sebagai pengelola Website Desa, terus berupaya menyampaikan segala bentuk Informasi yang dibutuhkan, utamanya tentang Transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( lihat di : https://kandang.desa.id/transparansi/ )

Tim media Informasi Desa berharap kepada masyarakat untuk pro aktif dalam setiap informasi yang disampaikan oleh Desa, baik melalui Web Desa atau Medsos Desa.

DOELOE

Doeloe …..
Ke Comal ajah jauhnya pakai banget, Lihat mobil lalu lalang di jalur pantura adalah kesenangan seperti menggunakan baju baru saat lebaran, dan makan telur satu utuh tanpa harus membagi tiga (bagai nasi berkat, sego pethek bungkus daun jati)

Doeloe …..
Semangat nyetrum aki, bagai kopassus “lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas”
Untuk sekedar menonton tv cerita akhir pekan, berita dimatikan (irit strom), dan hoax tipuan layar tiga warna

Doeloe …..
Semangat main, Bentengan (kejar mengejar antar dua kelompok) , Pel-pelan (petak umpet), Kenekeran (gundu), glidikan pakai roda sandal (mobil mainan dengan roda dari sandal japit bekas), “ngobor genggong” (mencari jangkrik dimalam hari) dengan segala macam makan terong gratis dst . . .

Doeloe …..
Semangat mandi pagi, mberesin spray lusuh yg harus rapih sebelum berangkat sekolah negri (atas nama cita – cita menjadi Abri, Guru, atau PNS  ala Oemar Bakrie

Doeloe ….
iya doeloe ….
tempoe doeloe ….
Dan masih banyak cerita doeloe ….
tempoe doeloe, hingga waktu berputar cepat, Menggilas dengan resah dan mendesah.

Ada yg terkapar,  harus melepas tanah dan bahkan rumah atas nama kelangsungan hidup.

Ada yang gagah dan membeli beberapa bidang tanah, bahkan membuat candi candi licin gemerlap, atas nama demi Masa Depan dan segalanya …

Dan sekarang…
dan Anak Anaku, dan anak dari anak anaku.. akan berbeda cerita

Arak#anak rantau Kandang Desaku

“Sepenggal kisah ambisi dan basa basi”

Penulis : Akun FB Warga Desa Kandang Wahyo Yudhis
telah disunting : AdminDesa

SOSIALISASI & SIMULASI E-VOTING PILKADES

Senin, 20 Agustus 2018 bertempat dipendopo balai Desa Kandang Kecamatan Comal, petugas pilkades Desa Kandang tahun 2018 adakan sosialisasi dan simulasi e-voting pilkades.

Tahun 2018 ini, kabupaten pemalang akan melaksanakan pemilihan kepala desa berbasis computer atau yang dikenal dengan istilah e-voting. Bagaimana caranya ?

Berikut langkah langkah e-voting pilkades, hasil sosialisasi dan simulasi yang telah dilaksanakan dipendopo Balai Desa Kandang.

1. e-KTP dan Sidik Jari Pemilih.

Dalam sistem e-Voting, e-KTP menjadi elemen penting. Sebelum bisa masuk ke bilik pemilihan, calon pemilih harus menunjukkan e-KTP kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS). e-KTP itu lalu akan di-scan menggunakan alat yang sudah disiapkan. Selain scan e-KTP, sidik jari calon pemilih juga akan di-scan. Data di e-KTP harus sesuai dengan data sidik jari.

Pada simulasi kemarin, terdapat beberapa e-KTP yang tidak terbaca oleh system, menurut petugas ini dimungkinkan kerusakan pada chip yang ada didalam e-KTP pemilih, mungkin karena seringnya difotocopy atau hal lain yang menyebabkan e-KTP menjadi tidak bisa terbaca atau rusak. Sebagian pemilih yang mencoba simulasi tersebut juga terdapat beberapa sidik jari pemilih tidak terbaca oleh alat scan. Ini mungkin disebabkan karena tekstur sidik jari yang mengalami perubahan karena kerja kasar, atau permukaan jari berminyak dan lainya yang menyebabkan sidik jari tersebut tidak dapat terbaca dan terverifikasi sebagai pemilik e-KTP.

Lantas bagaimana dengan adanya masalah tersebut ? apakah pemilih akan ditolak untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala Desa oktober nanti ? dan bagaimana jika Pemilih belum mempunyai e-KTP ?

Begini jawabanya :

Pada dasarnya scan e-KTP dan sidik jari pemilih adalah cara otomatis untuk mendata pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pilkades nanti, secara otomatis system akan mendata pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya. Pada tahap ini data pemilih yang ada dalam DPT akan dicocokan dengan BIODATA pemilih melalui e-KTP berbasis NIK oleh sistem. Apakah benar pemilih tersebut ada dalam DPT dan sesuai data pada e-KTP. Jika benar, maka pemilih dapat menggunakan hak pilihnya. Lantas bagaimana dengan pemilih yang tidak sesuai antara data di DPT dan data pada e-KTP ? dan jika pemilih tersebut belum terdaftar dalam DPT ? Jelas pemilih tersebut tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Kok begitu ??? pada kasus ini bukan soal system tapi memang seperti itulah aturan dalam setiap pemilihan yang diselenggarakan. Intinya adalah terdaftar dalam DPT dan data pemilih yang sama dengan data yang ada dalam DPT.

Lantas bagaimana dengan pemilih yang belum memiliki e-KTP ?

Jawabanya adalah :

Selama pemilih tersebut sudah melakukan perekaman e-KTP maka pemilih tersebut dapat menggunakan HAK PILIH dengan cara menunjukan SURKET (e-KTP sementara). Kok bisa ?

Tentu bisa, petugas akan memasukan NIK pemilih secara manual, tidak melalui alat SCAN seperti yang ada dalam simulasi, ini sama intinya petugas memastikan bahwa pemilih terdaftar dalam DPT, hanya saja caranya yang berbeda. Bagaimana jika pemilih belum melakukan perekaman e-KTP ? tentu pemilih tersebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya, karena pada tahapan ini, baik yang sudah mempunyai e-KTP atau baru memiliki SURKET, pemilih diminta SCAN sidik jari untuk memastikan data Pemilih sesuai.

Kesimpulan pada tahapan verifikasi data pemilih ini adalah memastikan pemilih benar benar terdaftar dalam DPT dan sesuai dengan BIODATA (e-KTP / SURKET) yang dibawa pemilih. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan manakala terdapat pemilih yang memalsukan identitas atau menggunakan identitas milik orang lain.

2. Kartu Akses

Jika data e-KTP dan sidik jari cocok, maka calon pemilih akan dipersilakan menuju meja panitia pemilihan untuk mendapatkan kartu akses. Kartu ini gunanya untuk membuat alat pemilihan di bilik suara bekerja. Bentuk kartunya seperti kartu kredit yang ber-chip. Kartu ini harus dimasukkan ke alat yang ada di dekat bilik suara. Cara memasukkannya persis seperti kartu kredit dimasukkan ke EDC. Satu kartu bisa digunakan berulang kali. Hak pemberian kartu ada di panitia TPS. Sistem kartu ini berpotensi memunculkan pemilih ganda? Tenang, ingat poin pertama. Sistem seleksi pemilih sudah dilakukan dengan e-KTP dan sidik jari.

3. Layar Sentuh di Bilik

Setelah kartu masuk ke alatnya, maka pemilih langsung bisa memilih di bilik suara. Di dalam bilik akan tersedia layar sentuh. Layar tersebut akan menampilkan semua pilihan di pilkades, berupa gambar / foto calon kepala desa. Pemilih cukup menyentuhkan jarinya ke salah satu gambar. Setelah memilih, layar akan berubah dengan tampilan pertanyaan kepada pemilih. Apakah yakin dengan pilihanya ? jika ya, maka diminta menyentuh kata “YA”, jika tidak, maka diminta menyentuh kata “TIDAK”.

4. Kertas Barcode dan Kotak Audit

Setelah memilih, printer kecil di dekat layar sentuh akan mencetak barcode di kertas berukuran sekitar 7 x 5 cm persegi. Persis seperti struk belanja di minimarket. Tampilanya berupa barcode namun jika diperhatian dibawa barcode ada tulisan bahwa anda telah memilih calon A atau calon B, itu untuk memastikan bahwa system telah menjalankan perintah sesuai yang pemilih inginkan. Kertas tersebut lalu harus dimasukkan ke sebuah kotak bertuliskan KOTAK AUDIT. Kertas itu jadi bukti bahwa seseorang telah memilih. Kotak yang menyimpan kertas-kertas itu tak akan dibuka, kecuali ada gugatan. Jika seorang calon kepala desa keberatan dengan hasil pemilihan dan menggugat ke Pengadilan, maka kertas dalam kotak itu nantinya akan menjadi bukti di Pengadilan. Proses penghitungan bisa diulang, namun dengan cara lebih praktis, yaitu tinggal scan barcode yang ada di kertas. Penghintungan pun jadi lebih praktis.

Demikian yang dapat Admin Desa tuliskan sebagai petunjuk singkat tentang E-VOTING pilkades yang akan diselenggarakan pada 14 oktober 2018 nanti.

Referensi tulisan detik.com disesuaikan dengan hasil sosialisasi dan simulasi e-voting PILKADES Desa Kandang. Jika terdapat tulisan yang tidak sesuai dengan peraturan / ketentuan akan perbaiki dikemudian hari.

Admin Desa Kandang

Pasar Tambeng Desa Kandang

Di tengah semakin menjamurnya pasar modern saat ini, pasar tradisional masih mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu pondasi perekonomian masyarakat. Banyak masyarakat yang masih membutuhkan pasar tradisional dalam mencari pendapatan dan juga kebutuhan dalam transaksi jual beli.  Seperti yang kita jumpai dalam Pasar Desa yang ada di Desa Kandang Kecamatan Comal.

Desa Kandang Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, mempunyai Aset Desa berupa Pasar Desa. Pasar Desa ini di namakan PASAR TAMBENG, Pasar Desa dengan Luas ± 0,15 Ha ini merupakan sarana Masyarakat untuk melakukan transaksi Jual Beli. Pasar ini terletak berdekatan dengan Sungai Comal, dengan berbagai Kios dan penjual berbagai kebutuhan yang ada di dalam pasar.

Foto by : Budi Yanto

Berbagai kebutuhan Warga, dari Pakaian, Properti, Alat Rumah tangga dan Kebutuhan sehari hari Rumah tangga tersedia dipasar ini, bahkan diarea komplek Pasar Tambeng juga terdapat sarana perbangkan (TERAS BRI), yang digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, seperti menabung, transfer, atau mengambil uang. Kebutuhan warga dalam hal kesehatan juga tersedia dikomplek pasar ini, pasalnya terdapat Kios Apotik yang letaknya tak jauh dari Pasar.

 

Dengan adanya Pasar Tambeng ini, diharapkan dapat menopang roda perekonomian Warga Masyarakat Desa Kandang dan Sekitarnya, karena adanya Pasar tradisional menjadi salah satu jantung perekonomian masyarakat.

Foto Sampul by Akun FB : Ginger Rringganis
Oleh : AdminDesa

Maulid Nabi Muhammad SAW

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh mayoritas kaum muslimin untuk mengingat, mengahayati dan memuliakan kelahiran Rasulullah.

Nabi Muhammad SAW lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana. Dari usia dini beliau sudah yatim piatu. Ayah beliau wafat ketika Nabi masih dalam kandungan. Usia enam tahun, inbundanya wafat. Lalu disusul kakek beliau juga wafat. Dan akhirnya beliau diasuh Paman Abu Thalib. Abu Thalib sendiri bukan orang kaya, padahal putranya banyak. Keadaan inilah yang menjadikan beliau harus bekerja keras sejak kecil untuk mencari nafkah. Beliau pernah menjadi penggembala kambing. Juga beliau pernah membantu pamannya berjualan di Syam. Yang terakhir ketika sudah dewasa beliau bekerja sebagai buruh atau karyawan pada seorang janda bernama Khadijah. Pekerjaan beliau adalah menjalankan perdagangan di perusahaan janda tersebut. Dari buhungan seperti itulah kemudian beliau menikah dengan Khadijah yang tak lain adalah majikannya sendiri. mari kembali mengingat Sejarah Nabi Muhammad SAW.

Semoga kita senantiasa diakui Sebagai umatnya. Amin.

Benarkah TRANS 7 tayangkan Pernyataan KOMINFO ???

KandangDesaku – Selasa, (01/11/2017) Masyarakat Desa Kandang mendapat pesan/screen shot berantai yang isinya sebagai berikut :

“pengumuman harus daftar ulang no.Hp adalah HOAX.. Barusan liputan trans 7 jam 07.05 menit KOMINFO tdk pernah memberikan Pernyataan seperti ITU HOAXS.

DAN DATA YANG DIMINTA ITU BISA DISALAHGUNAKAN OLEH ORANG YG TDK BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN PER BANKAN

KARENA KUNCI ADMIN KITA DIBANK ADALAH NAMA IBU KANDUNG

TOLONG SHARE INI KE TEMAN2”

Sesederhana itukah, Perbankan menjamin Keamanan Data Customer ?????

Kejahatan perbankan manakah yang dimaksud ??? membobol rekening ? Kartu Kredit ? A/N pengambil Kredit ?

Benar atau tidaknya station TV TRANS 7 telah menayangkan pernyataan dari KOMINFO menurut penulis tidak penting, namun kalimat bahwa “KOMINFO tdk pernah memberikan pernyataan seperti ITU HOAXS”  itulah yang PENTING.

Kalimat tersebut  diartikan oleh Masyarakat  bahwa pihak KOMINFO tidak pernah memberikan pernyataan terkait dengan Registrasi Ulang Sim Card dengan NIK KTP Dan KK. Pertanyaanya, jika benar Kominfo memberikan Pernyataan di station TV TRANS 7 seperti yang dimaksud diatas, untuk apa Kominfo memberikan siaran PERS di website resminya ? (selengkapnya : https://www.kominfo.go.id/content/detail/10874/siaran-pers-no-187hmkominfo102017-tentang-pemerintah-akan-berlakukan-peraturan-registrasi-kartu-prabayar-dengan-validasi-data-dukcapil/0/siaran_pers )

Kesimpulanya, pesan atau kalimat yang berbunyi  “KOMINFO tdk pernah memberikan pernyataan seperti ITU HOAXS”  dan diartikan oleh Masyarakat  bahwa pihak KOMINFO tidak pernah memberikan pernyataan terkait dengan Registrasi Ulang Sim Card dengan NIK KTP Dan KK.  Adalah tidak benar, karena KOMINFO telah memuat siaran Pers melalui website Resminya.

tidak lama setelah beredarnya pesan singkat/screenshot tersebut, beredar lagi pesan berantai yang menunjukan percakapan seseorang Grub WA yang isinya sebagai berikut :

[31/10 19:48] ‪+62 812-4336-1666: hati2.. ada kecurigaan registrasi kartu prabayar diviralkan untuk kepentingan pilpres 2019.  data kita nanti akan dipakai orang aseng untuk memilih.

[31/10 19:49] ‪+62 812-4336-1666: logika sederhanaya kalau semua muslim tdk registrasi ulang dan kartu diblokir, maka yg rugi adalah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, dan itu tdk akan terjadi..

[31/10 19:49] ‪+62 812-4336-1666: maka hemat sy kita viralkan untuj tdk regist, coba kita pikir secara jernih, buat apa regist nomor ktp dan kk? krn kalau nomor kk di regist maka semua anggota keluarga akan terdeteksi. dan muncul semua no.ktpnya.

[31/10 19:49] ‪+62 812-4336-1666: Diskusi dari group sebelah👆

Kalimat hati2.. ada kecurigaan registrasi kartu prabayar diviralkan untuk kepentingan pilpres 2019.  data kita nanti akan dipakai orang aseng untuk memilih. Bukankah sudah ada KPU dan BAWASLU selaku penyelenggara Pemilu ? merekalah yang bertanggung jawab Validasi Pemilih. Dan saya yakin tidak sesederhana itu.

Terkait dengan pesan berantai yang beredar dikalangan Masyarakat, Warga Kandang diharapkan tidak terlalu menyikapinya. Apalagi sampai terbawa isu yang beredar. Dalam hal Registrasi Ulang Sim Card HP adalah langkah Pemerintah untuk meningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi.

Kalaupun dilakukan registrasi Ulang Sim Card sesuai NIK KTP dan KK bukankah akan menambah tertib Aturan Pemerintahan Kita ??? Justru kita semestinya mengamati kenapa beredar isu yang simpang siur menyikapi Aturan ini ? adakah pihak pihak yang bermasalah dengan Data Dirinya dan menyebarkan isu isu yang tidak benar serta mengajak Masyarakat untuk tidak melakukan Registrasi Ulang.

Kesimpulan Penulis : NIK memang dapat disalahgunakan, tapi sampai detik ini penulis belum menemukan Kejahatan yang dimaksud dalam Pesan Berantai yang beredar dikalangan Masyarakat.

Catatan : 4444 adalah No Khusus untuk semua operator diindonesia.  Nomor itu digunakan oleh semua Operator untuk Kepentingan Registrasi Sim Card HP.

Oleh : Admin Desa

Pembinaan 10 Program Pokok PKK

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Kandang pada hari ini, Jum’at (29/9/2017) bertempat di Pendopo Balai Desa Kandang menjalani Pembinaan Sepuluh Program PKK oleh TP PKK Kecamatan Comal.
Kegiatan Pembinaan 10 Program PKK yang terdiri dari :
1. Penghayatan dan pengamalan pancasila
2. Gotong royong
3. Pangan
4  sandang
5. Perumahan dan tata laksana rumah tangga
6. Pendidikan dan ketrampilan
7. Kesehatan
8. Mengembangkan kehidupan berkoperasi
9. Kelestarian lingkungan hidup
10. Perencanaan sehat
Struktural PKK yaitu Pokja-Pokja yang membidangi beberapa Program Kerja, nampak sedang dibina oleh TP PKK Kecamatan Comal, sebagian Pengurus dari Pokja yang ada, terlihat beberapa kali mengajukan pertanyaan dengan pembina, terkait dengan Program Kerja yang ada. sebagian lagi ada yang merekap Agenda Kegiatan TP PKK Kandang yang sudah dijalani.
POKJA – POKJA TP PKK Desa Kandang