RATUSAN WARGA IRINGI MUHTADIN (KADUS II) KUMPULKAN BERKAS PENDAFTARAN

e-voting Pilkades Desa Kandang Kecamatan Comal Kab. Pemalang, adalah system Pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2018.

Jum’at (31 Agustus 2018) Bertempat di Pendopo Balai Desa Kandang, Nampak berbeda dari biasanya, pasalnya ratusan orang berkumpul menyaksikan pengumpulan berkas pendaftaran Kepala Desa Kandang tahun 2018.

e-voting pilkades Kandang 2018
e-voting pilkades Kandang 2018

Diringi ratusan orang dari berbagai kalangan, bayane di terima oleh Panitia e-voting pilkades dalam hal pengumpulan berkas pendaftaran, Muhtadin (Kadus II) Desa Kandang, yang akrab dikenal oleh warga (BAYANE) pada hari ini telah mengumpulkan berkas pendaftaran sebagai peserta e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang th. 2018.

Selanjutnya Panitia e-voting pilkades Kandang meneliti berkas pendaftaran yang dikumpulkan, apakah berkas yang diserahkan telah lengkap sesuai persyaratan yang ditentukan. Apabila didapati kekurangan persyaratan pendaftaran akan ditunggu sampai batas waktu yang ditentukan.

e-voting pilkades Kandang 2018

Admin Desa

WARGA GEGER !!! SEORANG WANITA MENINGGAL DI JALAN

Kandang Desaku – Selasa, 28 Agustus 2018 warga Desa Kandang dikejutkan dengan meninggalnya seorang wanita yang di bonceng kendaraan bermotor oleh keluarganya.

Sekitar pukul 16.35 Wib di perempatan bapak H.M Soleh, didapati seseorang yang menggunakan sepeda motor minta tolong kepada warga, sontak beberapa warga yang mendengar menghampiri seorang tersebut.

Kejadian yang membuat warga geger ini ternyata menyisahkan duka, pasalnya seseorang yang minta tolong tadi berusaha meminta bantuan warga karena dalam mengendarai sepeda motornya tidak seimbang.

Ternyata seorang ibu ibu yang mendadak tidak sadarkan diri sedang di bonceng  keluarganya.

Dalam perjalanan pulang, kurang lebih 150 M dari lokasi terapi bekam, perempuan berumur kurang lebih 40 tahun tak sadarkan diri dalam kondisi sedang di bonceng anak perempuanya yang mengantar. Beberapa warga membantu mengangkat orang tersebut ke salah satu rumah warga di dekat kejadian. Namun warga mendapati seseorang tersebut sudah tak bernyawa.

Identitas perempuan tersebut sampai pada berita ini dimuat tidak diketahui namanya. Namun Jenazah telah diantarkan oleh pihak Desa Kandang dan warga desa ke rumah duka yang beralamat di dukuh kebukuran (selatan) atau lebih tepatnya Balai Desa Panjunan ke Barat kira kira 100 M.

KADUS I DESA KANDANG (TRI SUSANTO)

Kadus I Desa Kandang (Tri Susanto) dan beberapa warga yang menjadi saksi, kemudian menjelaskan kronologi kejadian kepada pihak keluarga dan pemerintah Desa Kebojongan yang diwakili Kadus kebukuran. Tindak lanjut kejadian ini akan diserahkan kepada pihak keluarga. Tutur kadus kebukuran yang berada dirumah duka. menurut warga sekitar rumah duka, blm lama ini, Alm baru pulang dari Rumah Sakit, warga sekitar juga menambahkan bahwa yang bersangkutan sering menjalani terapi bekam. 

Mewakili Pemerintah Desa Kandang dan Warga Desa Kandang kami mengucapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini, dan Manakala dibutuhkan keterangan lebih lanjut, Pemerintah Desa Kandang siap bekerja sama dengan instansi terkait jika dibutuhkan informasi lebih lanjut.

Admin Desa
Redaksi telah disempurnankan pada, 29 Agustus 2018. pukul 15:25 wib

MAS HERI MENGAMBIL FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG

Proses / tahapan e-voting pilkades Kandang tahun 2018 sedang berlangsung, pada hari ini selasa, 28 Agustus 2018 bertempat di Pendopo Balai Desa Kandang, tercatat sudah tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran.

Setelah pada hari kamis, 24 Agustus 2018 Kadus II Desa Kandang (MUHTADIN) dan disusul Kepala Desa Petahana (H.M ROKHMAT) pada hari senin, 27 Agustus 2018 untuk mengambil formulir pendaftaran kini pemuda Kandang yang dikenal dengan sapaan HERI (mas heri) ikut mencatat namanya sebagai pengambil Formulir pendaftaran e-voting pilkades Kandang tahun 2018.

PENGAMBILAN FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG 2018

Ya, Pemuda asal Dusun II RT 18 RW 004 ini, Nampak telah mengambil formulir pendaftaran siang tadi

Dalam pelaksanaan e-voting pemilihan kepala Desa Kandang tahun 2018 ini, memang sudah diperbincangkan oleh Masyarakat bahwa yang akan maju adalah peserta lama, namun pada hari ini tercatat orang baru yang telah mengambil formulir pendaftaran.

Dalam hal mengambil formulir pendaftaran e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang ini adalah langkah awal bagi peserta untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Hal ini tentu bukan menjadi patokan seseorang telah mendaftar sebagai peserta e-voting [ilkades kandang.

Telah tercatat sebanyak tiga orang yang telah mengambil formulir pendaftaran e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang, artinya ada lebih dari satu calon peserta yang akan mempersiapkan berkas berkas pencalonanya.

Kita tunggu saat pengumpulan berkas siapa yang akan tercatat sebagai peserta e-voting pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018. Apakah dari ketiga nama tersebut, ataukah ada nama lain yang akan mengambil Formulir Pendaftaran

Admin Desa

PETAHANA KADES KANDANG (H. MOHAMMAD ROKHMAT) AMBIL FORMULIR PENDAFTARAN

e- Voting Pemilihan Kepala Desa Kandang yang akan dilangsungkan pada tanggal 14 Oktober 2018, telah masuk dalam tahapan pendaftaran Bakal Calon.

Pilkades serentak di Kabupaten pemalang tahun 2018 yang akan menggunakan system e-voting ini memang kali pertamanya diselenggaran di Desa Kandang.

PENGAMBILAN FORMULIR PENDAFTARAN E-VOTING PILKADES KANDANG 2018

Mohammad Rokhmat (Kepala Desa Kandang) yang telah menjabat hampir satu periode kepemimpinan, nampak sedang mengambil formulir pendaftaran di Pendopo balai Desa Kandang pada hari senin, 27 Agustus 2018, melalui Panitia Pemilihan Kepala Desa.

Apakah beliau akan mendaftar kembali sebagai Bakal Calon Kepala Desa periode berikutnya ??? kita tunggu saat pengumpulan berkas pencalonan Kepala Desa Kandang (e-voting)

Mari warga Kandang, sukseskan Pemilihan Kepala Desa system e-voting yang akan diselenggarakan serentak dikabupaten pemalang.

Admin Desa

KADUS II (Bapak. MUHTADIN) AMBIL FORMULIR PENDAFTARAN CALON KADES

Pemilihan Kepala Desa Kandang yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2018, telah masuk dalam tahap pendaftaran calon kepala Desa. Pilkades tahun 2018 ini akan diselenggaran dengan sistem e-voting, ini menjadi yang pertama di Indonesia, pemilihan berbasis Elektronik dan pemalang akan selenggarakan pilkades e-voting secara serentak ditahun ini.

Pada tanggal 24 Agustus, panitia membuka secara resmi tahapan pendaftaran / pengambilan formulir, bertempat di pendopo balai desa Kandang, dan disela sela kesibukan panitia dalam pencocokan dan penelitian pemilih, Kepala Dusun II Desa Kandang bapak MUHTADIN yang digadang gadang akan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Kandang, melalui panitia pemilihan Kepala Desa Kandang, bapak Suwarno dan Bapak Mujiyono bapak muhtadin dinyatakan telah mengambil formulir Pendaftaran calon kepala Desa Kandang.

Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan segala berkas yang menjadi syarat administrasi Calon Kepala Desa Kandang.

Semoga Pemilihan Kepala Desa Kandang tahun 2018, berjalan dengan lancar, Aman dan tertib. Aamiin.

Admin Desa

SOSIALISASI & SIMULASI E-VOTING PILKADES

Senin, 20 Agustus 2018 bertempat dipendopo balai Desa Kandang Kecamatan Comal, petugas pilkades Desa Kandang tahun 2018 adakan sosialisasi dan simulasi e-voting pilkades.

Tahun 2018 ini, kabupaten pemalang akan melaksanakan pemilihan kepala desa berbasis computer atau yang dikenal dengan istilah e-voting. Bagaimana caranya ?

Berikut langkah langkah e-voting pilkades, hasil sosialisasi dan simulasi yang telah dilaksanakan dipendopo Balai Desa Kandang.

1. e-KTP dan Sidik Jari Pemilih.

Dalam sistem e-Voting, e-KTP menjadi elemen penting. Sebelum bisa masuk ke bilik pemilihan, calon pemilih harus menunjukkan e-KTP kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS). e-KTP itu lalu akan di-scan menggunakan alat yang sudah disiapkan. Selain scan e-KTP, sidik jari calon pemilih juga akan di-scan. Data di e-KTP harus sesuai dengan data sidik jari.

Pada simulasi kemarin, terdapat beberapa e-KTP yang tidak terbaca oleh system, menurut petugas ini dimungkinkan kerusakan pada chip yang ada didalam e-KTP pemilih, mungkin karena seringnya difotocopy atau hal lain yang menyebabkan e-KTP menjadi tidak bisa terbaca atau rusak. Sebagian pemilih yang mencoba simulasi tersebut juga terdapat beberapa sidik jari pemilih tidak terbaca oleh alat scan. Ini mungkin disebabkan karena tekstur sidik jari yang mengalami perubahan karena kerja kasar, atau permukaan jari berminyak dan lainya yang menyebabkan sidik jari tersebut tidak dapat terbaca dan terverifikasi sebagai pemilik e-KTP.

Lantas bagaimana dengan adanya masalah tersebut ? apakah pemilih akan ditolak untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala Desa oktober nanti ? dan bagaimana jika Pemilih belum mempunyai e-KTP ?

Begini jawabanya :

Pada dasarnya scan e-KTP dan sidik jari pemilih adalah cara otomatis untuk mendata pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pilkades nanti, secara otomatis system akan mendata pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya. Pada tahap ini data pemilih yang ada dalam DPT akan dicocokan dengan BIODATA pemilih melalui e-KTP berbasis NIK oleh sistem. Apakah benar pemilih tersebut ada dalam DPT dan sesuai data pada e-KTP. Jika benar, maka pemilih dapat menggunakan hak pilihnya. Lantas bagaimana dengan pemilih yang tidak sesuai antara data di DPT dan data pada e-KTP ? dan jika pemilih tersebut belum terdaftar dalam DPT ? Jelas pemilih tersebut tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Kok begitu ??? pada kasus ini bukan soal system tapi memang seperti itulah aturan dalam setiap pemilihan yang diselenggarakan. Intinya adalah terdaftar dalam DPT dan data pemilih yang sama dengan data yang ada dalam DPT.

Lantas bagaimana dengan pemilih yang belum memiliki e-KTP ?

Jawabanya adalah :

Selama pemilih tersebut sudah melakukan perekaman e-KTP maka pemilih tersebut dapat menggunakan HAK PILIH dengan cara menunjukan SURKET (e-KTP sementara). Kok bisa ?

Tentu bisa, petugas akan memasukan NIK pemilih secara manual, tidak melalui alat SCAN seperti yang ada dalam simulasi, ini sama intinya petugas memastikan bahwa pemilih terdaftar dalam DPT, hanya saja caranya yang berbeda. Bagaimana jika pemilih belum melakukan perekaman e-KTP ? tentu pemilih tersebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya, karena pada tahapan ini, baik yang sudah mempunyai e-KTP atau baru memiliki SURKET, pemilih diminta SCAN sidik jari untuk memastikan data Pemilih sesuai.

Kesimpulan pada tahapan verifikasi data pemilih ini adalah memastikan pemilih benar benar terdaftar dalam DPT dan sesuai dengan BIODATA (e-KTP / SURKET) yang dibawa pemilih. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan manakala terdapat pemilih yang memalsukan identitas atau menggunakan identitas milik orang lain.

2. Kartu Akses

Jika data e-KTP dan sidik jari cocok, maka calon pemilih akan dipersilakan menuju meja panitia pemilihan untuk mendapatkan kartu akses. Kartu ini gunanya untuk membuat alat pemilihan di bilik suara bekerja. Bentuk kartunya seperti kartu kredit yang ber-chip. Kartu ini harus dimasukkan ke alat yang ada di dekat bilik suara. Cara memasukkannya persis seperti kartu kredit dimasukkan ke EDC. Satu kartu bisa digunakan berulang kali. Hak pemberian kartu ada di panitia TPS. Sistem kartu ini berpotensi memunculkan pemilih ganda? Tenang, ingat poin pertama. Sistem seleksi pemilih sudah dilakukan dengan e-KTP dan sidik jari.

3. Layar Sentuh di Bilik

Setelah kartu masuk ke alatnya, maka pemilih langsung bisa memilih di bilik suara. Di dalam bilik akan tersedia layar sentuh. Layar tersebut akan menampilkan semua pilihan di pilkades, berupa gambar / foto calon kepala desa. Pemilih cukup menyentuhkan jarinya ke salah satu gambar. Setelah memilih, layar akan berubah dengan tampilan pertanyaan kepada pemilih. Apakah yakin dengan pilihanya ? jika ya, maka diminta menyentuh kata “YA”, jika tidak, maka diminta menyentuh kata “TIDAK”.

4. Kertas Barcode dan Kotak Audit

Setelah memilih, printer kecil di dekat layar sentuh akan mencetak barcode di kertas berukuran sekitar 7 x 5 cm persegi. Persis seperti struk belanja di minimarket. Tampilanya berupa barcode namun jika diperhatian dibawa barcode ada tulisan bahwa anda telah memilih calon A atau calon B, itu untuk memastikan bahwa system telah menjalankan perintah sesuai yang pemilih inginkan. Kertas tersebut lalu harus dimasukkan ke sebuah kotak bertuliskan KOTAK AUDIT. Kertas itu jadi bukti bahwa seseorang telah memilih. Kotak yang menyimpan kertas-kertas itu tak akan dibuka, kecuali ada gugatan. Jika seorang calon kepala desa keberatan dengan hasil pemilihan dan menggugat ke Pengadilan, maka kertas dalam kotak itu nantinya akan menjadi bukti di Pengadilan. Proses penghitungan bisa diulang, namun dengan cara lebih praktis, yaitu tinggal scan barcode yang ada di kertas. Penghintungan pun jadi lebih praktis.

Demikian yang dapat Admin Desa tuliskan sebagai petunjuk singkat tentang E-VOTING pilkades yang akan diselenggarakan pada 14 oktober 2018 nanti.

Referensi tulisan detik.com disesuaikan dengan hasil sosialisasi dan simulasi e-voting PILKADES Desa Kandang. Jika terdapat tulisan yang tidak sesuai dengan peraturan / ketentuan akan perbaiki dikemudian hari.

Admin Desa Kandang